In the name of Allah, the most merciful.
Sebagai bentuk syukur, Saya ingin menuliskan salah satu puzzle kebahagiaan Saya disini.
Salah satu kebahagiaan itu adalah bertemu nya Saya dengan anak-anak. Saya panggil mereka dengan adik-adik. Dan mayoritas mereka memanggil Saya dengan Kak. Karena memang jarak usia Saya ga terlalu jauh lah dengan mereka dan biar Saya bisa terlihat tetap muda. WKWK. Menurut Saya mereka adalah pelangi, beragam warna (beragam kecerdasannya, baik kecerdasan afektif atau kognitif atau sosial , but i most love kecerdasan afektif dan sosial). Tapi yang namanya pelangi tidak ada warna yang tidak indah. Semua indah.
Mereka adalah anak anak yang cerdas, menurut Saya pribadi. Hanya saja memang, ada beberapa yang masih kuyang sopan... Bayangkan saja, mereka adalah penghuni kelas olimpiade yang terus dilatih. Baik berlatih secara pribadi dengan mengikuti les sana sini, atau yang ikut pelatihan dari madrasah itu sendiri. Shalat tahajud serta tahfiz subuh juga tersedia bagi mereka.
Bisa dikatakan untuk adik-adik yang ikut seleksi saat penerimaan murid baru, adalah mereka yang berhasil memperebutkan satu kursi yang dirayah oleh sekitar lima belasan peserta tes. Bukankah ini bagus? ya bagus lah masa bagus dong. WKWK. Dibalik semua itu, tentu Allah tetap ikut andil dalam memberi "lampu hijau". Masya Allah Tabarakallah.
Dari mereka juga sebenarnya Saya belajar banyak hal. Salah satu nya adalah proses pendewasaan itu sendiri dalam diri Saya. Mereka memberikan makna pada Saya tentang sebuah kasih dan sayang. Mereka mengajarkan Saya tentang kesabaran. Mereka mengajarkan Saya untuk ber semangat selalu. Mereka mengajarkan Saya untuk berfikir kreatif ketika Saya berhadapan dengan mereka dalam kajian. Mereka adalah jalan Saya untuk mengawali hari dengan al-Qur'an (karena Saya harus menyimak hafalan mereka). Mereka juga mengajarkan Saya sebuah sikap tegas yang saat ini masih PR buat Saya yang tidak tega-an. Mereka sedang ada di tahap remaja menuju dewasa. Mereka unik. Saya suka dan Saya sayang dengan mereka, tanpa terkecuali. Alhamdulillah, Terimakasih gez. Saat ini beberapa dari mereka ada yang sudah waktunya untuk mengukir prestasi di tempat lainnya. Good luck dik.
Doa Saya adalah semoga mereka bisa menjadi insan yang shaleh dan shalehah, kuat iman, serta memiliki hati yang luas untuk menyebar mashlahat untuk umat dan kecukupan rezeki dari ALLAH. aamiin ya mujibassailin. Dan semoga apabila waktu Saya habis, mereka tetap mengingat Saya dan berkenan mendoakan kebaikan untuk Saya. Tetap mau menjaga silaturrahim. Terlepas dari sangat akrab atau biasa saja dengan Saya, ikatan itu tetap ada.
(Kalau salah satu dari mereka ada yang baca tulisan ini, tolong tetap rendah hati dik, jangan goyang hanya karna pujian sehingga timbul rasa 'ujub, apabila tiba-tiba muncul segera inget dik, bahwa iblis keluar dari surga karna keujubannya, eaa).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar